Menu Utama
Study di Jepang
Study di Jepang (1)
Written by Administrator Wednesday, 17 June 2009 23:59
Harus Laksana Guntur*
Keywords: LA(letter of Acceptance), Laboratory, Professor
Ada proses panjang yang harus dilalui oleh siapa saja yang tertarik/ingin/berencana study di Jepang.Khususnya bagi mereka yang berharap bisa study dengan dana beasiswa dari Jepang, apakah itu beasiswa dari pemerintah , private scholarship atau public foundation Jepang.
Tulisan ini mencoba menjelaskan dari awal dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, apa saja yang perlu dipersiapkan agar kita bisa study di Jepang, mendapatkan LA dari Professor di Jepang yang akan menjadi supervisor/pembimbing kita, mendapatkan beasiswa dan persiapan lainnya.
Khusus bagi mereka yang akan mengambil program master (S2) dan doktor (S3), untuk bisa study di Jepang dan mendapatkan beasiswa, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari supervisor/professor/laboratory yang akan menjadi tempat kita mangkal selama kita study. Karena tanpa LA, kita tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya, yaitu mencari beasiswa. Hampir semua penyedia beasiswa mensyaratkan adanya LA dari professor di Jepang sebagai bukti bahwa sudah ada kontak dan kesediaan dari professor di Jepang untuk menjadi supervisor/pembimbing dan host/tuan rumah.
Mendapatkan professor/supervisor dan LA adalah pekerjaan gampang2 susah. Adakalanya kita bisa mendapatkannya hanya dengan satu atau dua kali kontak via e-mail saja.Tapi, ada kalanya juga harus melewati proses yang panjang. Secara garis besar, ada tiga cara yang bisa kita(pemula) lakukan untuk bisa mendapatkan LA dari seorang professor di Jepang:
1.Kontak teman/kenalan/senior yang sedang study di Jepang
Mengontak teman/sahabat/kenalan/senior yang sudah ada/sedang study di Jepang, dan meminta kesediaannya untuk mencarikan professor yang sesuai dengan minat dan ketertarikan adalah cara yang menurut saya paling mudah dan punya tingkat keberhasilan tinggi. Kita juga bisa menanyakan banyak hal pada teman/sahabat/kenalan/senior yang sudah ada/sedang study di Jepang ini.
Bagi yang kebetulan tidak memiliki teman/sahabat/kenalan/senior yang sedang study di Jepang, bisa dimulai dengan melihat website PPI-Jepang (Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang) http://www.ppi-jepang.org/ dan mengontak pengurusnya untuk menanyakan informasi yang dibutuhkan.
Apa kelebihan cara no.1 ini? Pertama, mereka yang sedang study di Jepang telah memiliki pengalaman, mengenal karakter/budaya dan sudah beradaptasi dengan masyarakat Jepang. Kedua, mereka yang sedang study di Jepang bisa menjadi perantara kita, bertemu langsung dengan professor yang kita inginkan dan mengkomunikasikan keinginan kita dalam bahasa Jepang.
2.Mengunjungi website universitas di Jepang dan mengontak langsung professor
Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan fasilitas internet, mencari dan mengunjungi website universitas2 yang ada di Jepang, masuk ke menu fakultas, masuk ke submenu lab/professor, melihat bidang riset lab/professor tersebut, kemudian kalau sesuai dengan minat kita baru kita kontak langsung professor via e-mail. Alamat e-mail professor biasanya selalu tertulis dalam webiste masing2 lab.
Kelebihan cara no 2 ini adalah kita bisa mencari lab/professor dan universitas serta kota di Jepang sesuka kita. Karena kadang ada yang lebih suka tinggal dan belajar di kota besar seperti Tokyo, Osaka dan Yokohama karena kemudahan fasilitas transportasi, hiburan dan dekat dengan KBRI (Kedutaan Besar RI di Jepang) yang berlokasi di Tokyo dan KJRI [Konsulat Jendral RI] yang berlokasi di Osaka. Atau kadang ada yang lebih suka tinggal dan belajar di kota budaya, bersejarah, dingin, sepi seperti Kyoto, Sapporo, Hiroshima dan lain2.Banyak sekali universitas berkualitas di Jepang dan kita bisa mamanfaatkan search engine untuk mendapatkan unviersitas2 di Jepang sesuai dengan keinginan kita.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita hendak mengontak langsung seorang professor via e-mail:
(a) Mengingat tingkat kesibukan professor di Jepang yang sangat tinggi dan perlu kita ketahui bahwa dalam 1 hari bisa ratusan e-mail yang masuk ke mailbox mereka, ada kemungkinan e-mail2 dari mereka yang tidak dikenal akan dianggap sebagai SPAM dan tidak dibaca. Sehingga kita harus ekstra sabar dan mencoba untuk mengirimnya lagi setelah 1-2mg blm mendapatkan balasan.
(b) Bahasa dan tatakrama.Tentu saja kita mengontak professor dengan menggunakan bahasa internasional(b.inggris) yang sopan dan selalu awal dengan memperkenalkan diri, ceritakan bagaimana proses kita mengenal beliau, ketertarikan kita pada bidang professor tsb, keinginan kita untuk menjadi mahasiswanya dan diakhiri dengan ucapan terimakasih.
3.Datang ke Jepang dengan biaya sendiri, kemudian mencari professor dan beasiswa.
Cara ini tergolong cara nekad walau banyak teman2 kita yang melakukannya dan berhasil. Saya sendiri tidak menganjurkan bagi mereka yang punya nyali dan modal kecil untuk mencoba cara ini. Tapi, ada baiknya kita tahu karena bisa jadi anda sudah putus asa mencoba cara no 1 dan 2 tapi tidak berhasil juga. Atau kita punya cukup modal awal untuk memulainya.
Ada kelebihan cara ini. Dengan berdomisili di Jepang, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi sekolah dan beasiswa yang itu sangat susah kita dapatkan kalau kita berada di Indonesia.Perlu kita ketahui, di Jepang sendiri banyak sekali beasiswa yang disediakan oleh perusahaan, yayasan dan institusi2 lainnya yang sebagian mempersyaratkan kita harus sudah masuk program (Master atau Doktor) dulu.
Untuk bisa datang ke Jepang, tentu kita butuh modal awal dan visa/ijin tinggal di Jepang [Info ttg modal awal dan visa akan sy tulis di bagian lain].Kebanyakan mereka yang menggunakan cara ini datang ke Jepang dengan menggunakan modal sendiri untuk tiket pesawat, biaya hidup selama 2-3bln sblm mendapatkan part-time, dan yang lebih penting lagi adalah visa/ijin tinggal sebagai turis/visa kunjungan keluarga/visa study bahasa yang bisa kita dapatkan di Kedubes Jepang atau konsuler Jepang di Indonesia.Setelah sampai di Jepang, kita bisa mulai mencari-cari informasi part-time, sekolah dan beasiwa.
***
Ada satu hal yang penting, jangan mudah menyerah dan teruslah mencoba sambil berdoa. Ingat, Tuhan tidak akan merubah nasib kita jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubahnya.Selamat mencoba!
[bersambung]
*Penulis adalah Assistant Professor di Tokyo Institute of Technology
Study di Jepang (2)
Last Updated on Wednesday, 24 June 2009 20:27 Written by Administrator Tuesday, 16 June 2009 09:00
Harus Laksana Guntur*
Keyword: Beasiswa
Di artikel sebelumnya telah saya kupas strategi dan cara mendapatkan Letter of Acceptance dari profesor atau sensei di Universitas di Jepang sebagai salah satu syarat utama, kalau tidak boleh dikatakan mutlak, untuk bisa mendapatkan beasiswa dan study di Jepang. Maka, langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mencari dan mendapatkan beasiswa.Pada tahap ini, kita sering gagal karena berbagai faktor.
Mudah2an tulisan saya ini bisa menjadi solusi dan penyemangat bagi pencari beasiswa di Jepang.
Banyak sekali buku2 yg berisi panduan dan strategi mendapatkan beasiswa bisa kita dapatkan di toko buku. Saya juga menganjurkan rekan2 pencari beasiswa untuk membaca buku2 panduan tersebut. Disini, saya akan berusaha memberikan tips mencari dan mendapatkan beasiswa berdasarkan pengalaman pribadi dan teman2 selama di Jepang.
Satu hal yang perlu sekali untuk diketahui, ternyata banyak sekali beasiswa yang bisa kita dapatkan tanpa harus melewati proses seleksi yg ketat.Tapi, bergantung pada koneksi dan kekuatan rekomendasi sensei kita di Jepang. Atau dengan kata lain, disinilah nasib manusia diundi untuk mendapatkan pemenangnya. Info seperti ini yg jarang sekali diketahui mereka yang belum pernah mendapatkan beasiswa study di LN.Khususnya utk kasus Jepang. Untuk itu, jangan pernah menyerah dan putus asa!
Begitu sudah mendapatkan sensei di Jepang, pelan2 cobalah menanyakan ke calon sensei anda tentang berbagai kemungkinan beasiswa yang mungkin bisa beliau bantu.Karena kadang sensei kita punya dana beasiswa dari proyek peneilitian dia, atau hasil kerjasama dengan isntansi tertentu, atau si sensei punya posisi penting sehingga bisa merekomendasikan (menekan) instansi penyedia beasiswa untuk memberikan beasiswanya pada anda sbg calon muridnya.
Perlu diketahui, bahwa sensei2 di Jepang kadang juga membutuhkan murid2 yang bisa membantu dia mengerjakan proyek2 besarnya dan sdh tersedia dana beasiswanya juga.Informasi seperti ini bisa kita tanyakan langsung ke calon sensei kita setelah sudah ada kesediaan dari sensei tsb utk menerima kita di labnya.Atau kalau ada orang Indonesia di Lab tsb, mgkn lebih baik menanyakan pada dia.Yang tidak boleh kita lupakan adalah unggah-ungguh (sopan santun) dalam menanyakan sesuatu pada sensei. Sebab org jepang punya karakter yg sama dengan orang timur kebanyakan.Kalau anda kurang PD, bisa meminta kesediaan teman atau kenalan yg ada di Jepang untuk melihat isi e-mail anda sblm dikirimkan.
Sayanknya, jumlah sensei yg mau menerima kita sekaligus bersedia mengusahakan beasiswa utk kita sedikit. Kebanyakan, sensei2 di Jepang senang sekali menerima mahasiswa dari LN yang bisa mencari beasiswa sendiri.Apalagi kalau bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang, spt Monbukagakusho.
Ada banyak sekali beasiswa yang tersedia bagi yang ingin study di Jepang. Baik yang Government Sponsored maupun Privately Sponsored Scholarship. Saya coba tuliskan beasiswa2 yg ada di Jepang beserta sedikit uraian singkat dan link nya.
1.Beasiswa Monbukagakusho
Beasiswa Monbukagakusho (Dulu bernama Monbusho) adalah beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Jepang melalui Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology (MEXT) atau Kementerian Pendidikan Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi.Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://www.naist.jp/english/students/international/monbukagakusho.html
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html
2.Beasiswa Panasonic
Beasiswa Panasonic adalah beasiswa yang disediakan oleh Panasonic Foundation, milik Matsushita Electric Company dengan produk2 elektronik terkenalnya bermerek Panasonic.Jumlah penerima beasiswa ini relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Monbukagakusho dan proses seleksinya relatif lebih ketat. Besar dana yang kita dapatkan tiap bulan juga relatif besar.Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://panasonic.net/scholarship/index.html
3.Beasiswa Hitachi
Beasiswa Hitachi adalah beasiswa yang disediakan oleh Hitachi Scholarship Foundation, milik Hitachi Group dengan produk2 elektronik terkenalnya bermerek Hitachi.Jumlah penerima beasiswa ini relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Monbukagakusho dan proses seleksinya relatif lebih ketat. Nominal beasiswa yang diberikan juga lebih besar dari Panasonis dan Monbukagakusho. Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://www.hitachi.com/Int-e/skk/hsk12000.html
4.Beasiswa JICA
Beasiswa JICA adalah beasiswa yang disediakan oleh Japan International Cooperation Agency.JICA adalah sebuah organisasi kerjasama internasional Jepang dalan upayanya membangun jaringan dan kontribusi bagi negara2 berkembang di seluruh dunia.Nominal beasiswa yang diberikan juga lebih besar dari Panasonis dan Monbukagakusho. Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://www.jica.go.jp/english/schemes/scholarship/index.html
5.Beasiswa Sato atau SISF
Beasiswa SISF atau lebih terkenal dengan sebutan beasiswa Sato adalah beasiswa yang disediakan oleh SISF(Sato International Scholarship Foundation ) dengan Mr.Sato sebagai foundernya. Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://www.sisf.or.jp/english/
6.Beasiswa ASF
Beasiswa ASF(Asian Scholarship Foundation ) adalah beasiswa yang disediakan oleh ASF. Siapa saja yang berhak melamar, prosedur lamaran, persyaratan, kapan dibuka, berapa besar beasiswa dan informasi lengkap lainnya bisa anda dapatkan di link ini:
http://www.asianscholarship.org/
7.Private Scholarship lainnya
Untuk informasi tentang beasiswa2 yang disediakan oleh yayasan2 swasta lainnya di Jepang yang jumlahnya cukup buanyak, anda bisa obrak-abrik link dibawah ini. Link dibawah ini menurut saya juga perlu untuk diketahui bagi siapa saja yang ingin study di Jepang:
http://www.studyjapan.go.jp
http://www.jasso.go.jp/
Yang perlu kita persiapkan sedari awal ketika sudah ada rencana study ke LN dan mencari beasiswa adalah kemampuan bahasa Inggris.Sekor toefl atau ielt biasanya menjadi syarat mutlak bagi kita untuk bisa mendapatkan beasiswa dan study di LN, tmsk Jepang.Selamat mencoba, berusaha dan jangan pernah menyerah! [Bersambung…]
*Penulis adalah Assistant Professor di Tokyo Institute of Technology



